Wpberita Wordpress Theme

Semakin berkembangnya teknologi informasi, maka semakin inovatif pula segala sesuatu yang berhubungan dengan aktifitas perekonomian manusia. Salah satunya adalah transaksi keuangan. Salah satu metode transaksi keuangan yang sedang naik daun adalah dengan fintech. Sebenarnya apa itu fintech ?

 Term fintech mungkin sudah populer dan beredar luas di masyarakat. Namun sebagian besar orang justru tidak mengetahui secara pasti apa itu fintech dan bagaimana mereka bisa bekerja. Terkadang karena kurang lengkapnya informasi yang di dapat, banyak orang yang masih ragu dan bahkan takut untuk mencoba fintech.

Apa Itu Fintech ?

Teknologi keuangan atau finansial technology (Fintech) suatu gambaran teknologi baru yang berupaya meningkatkan dan mengotomatiskan penggunaan layanan keuangan. Pada intinya, fintech digunakan untuk membantu perusahaan, pemilik bisnis, konsumen dan bahkan proses transaksinya dengan lebih baik melalui perangkat lunak dan algoritme khusus pada perangkat elektronik.

Apa itu Fintech
GoPay salah satu aplikasi pembayaran milik GoJek. Sumber Unsplash

Sebenarnya istilah tersebut awalnya diterapkan pada teknologi yang digunakan di sistem back-end lembaga keuangan yang mapan sepert bank. Namun saat ini telah terjadi pergeseran ke layanan yang lebih berorientasi pada konsumen dan oleh karena itu definisi fintech saat ini lebih berorientasi pada konsumen.

Saat ini penggunaan teknologi ini tidak hanya sebatas pada lembaga keuangan saja, namun sudah bergeser ke e commerce, pendidikan, lembaga nirlaba dan sebagainya. Fintech juga mencakup pengembangan dan penggunaan mata uang kripto seperti  bitcoin.

Memahami Fintech

Sejak terjadinya kemajuan yang pesat pada teknologi internet dan juga seluler, teknologi keuangan telah tumbuh secara eksplosif. Fintech yang awalnya mengacu pada teknologi komputer yang diterapkan pada back office bank atau perusahaan lembaga keuangan besar lainnya, sekarang penggunaannya mengacu pada intervensi teknologi menjadi pribadi. dan keuangan komersial.

Fintech sekarang mencakup berbagai aktivitas keuangan dengan tanpa bantuan seseorang yang meliputi transfer uang, menyetorkan cek dengan ponsel cerdas, mengajukan kredit, mengumpulkan uang untuk memulai bisnis, atau mengelola investasi. 

Baca juga:  Suka Bersolek? Yuk Mulai Coba Mulai Bisnis Jasa Make Up Bagi Pemula

Fintech mengacu pada integrasi teknologi ke dalam transaksi yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan dan memudahkan penggunaan dan penyampaiannya kepada konsumen. Biasanya bisnis startup menggunakan teknologi ini dan memperluas inklusi keuangan dengan menggunakan teknologi untuk mengurangi biaya operasional.

Apakah Fintech Aman ?

Yang menjadi tantangan dalam produk finansial teknologi adalah sisi keamanannya. Penyedia layanan harus membangun kepercayaan konsumen. Selain itu harus ada regulasi yang mengatur bisnis ini. Karena itu, sebagai wadah perlindungan usaha keuangan, OJK mengeluarkan beberapa list perusahaan startup yang bergerak di bidang finansial teknologi. Dalam daftar tersebut ada fintech yang baru terdaftar dan ada juga yang sudah memiliki perijinan.

Sebenarnya tanpa kehadiran lembaga penjamin transaksi keuangan semacam OJK, financial technologi tetap bisa melakukan kegiatan operasional. Hal ini terbukti dengan fintech yang bergerak dalam bidang transaksi cryptocurrency. Tidak ada ‘regulasi resmi’ yang mengatur dalam transaksi block chain ini. Namun untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, perlu lembaga payung yang mengawasi dan memberikan jaminan kemanan kepada nasabah.

Masalah timbul ketika menyangkut keamanan data. Karena data digital menjadi tersebar luas dan terintegrasi ke kehidupan sehari-hari, maka keamanan data menjadi salah satu tantangan dalam bisnis ini. Peretasan baru-baru dikabarkan mampu membobol sistem dari salah satu platform fintech. Termasuk pencurian Bitcoin telah menyadarkan publik bahwa tidak selamanya teknologi terbaru menjadi aman.

Sampai saat ini, tidak ada konsensus tentang seberapa aman solusi fintech secara keseluruhan. Jaminan semacam itu kemungkinan akan sulit didapat, mengingat cakupan dan skala perkembangan fintech yang terlalu besar.

Regulasi Fintech di Indonesia

Apa itu Fintech
Fintech akan mendukung keberlangsungan bisnis. Sumber Unsplash

Beberapa regulasi di bawah ini mengatur operasional fintech di Indonesia.

  • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

Aturan ini untuk mengatur berbagai hal yang harus ditaati oleh penyelenggara bisnis pinjaman dari pengguna ke pengguna, atau yang biasa disebut dengan fintech peer to peer lending (P2P lending). Regulasi ini untuk melindungi konsumen terkait keamanan dana dan data, pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme, stabilitas sistem keuangan, hingga para pengelola perusahaan fintech.

  • Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran (PTP).
Baca juga:  Penawaran Prime Day Apple MacBook Terbaik: Hemat $200 untuk MacBook Pro M1, $150 untuk MacBook Air M1 dan banyak lagi

Peraturan Bank Indonesia (PBI) ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk di bidang jasa sistem pembayaran, baik dari sisi instrumen, penyelenggara, mekanisme maupun infrastruktur penyelenggaraan pemrosesan transaksi pembayaran.

Aturan ini meliputi penyelenggara dalam pemrosesan transaksi pembayaran, perizinan dan persetujuan dalam penyelenggaraan pemrosesan transaksi pembayaran, kewajiban dalam penyelenggaraan pemrosesan transaksi pembayaran, laporan, peralihan izin penyelenggara jasa sistem pembayaran dan pengawasan, larangan, serta sanksi.

  • Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/12/PBI/2017 Tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial

Peraturan Bank Indonesia (PBI) ini dirilis bertujuan untuk mendukung terciptanya stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, serta sistem pembayaran yang efisien, lancar, aman, dan andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif dengan menerapkan prinsip perlindungan konsumen serta manajemen risiko dan kehati-hatian.

Pemanfaatan Fintech untuk UMKM

Sebenarnya keberadaan fintech di Indonesia sangat membantu operasional perusahaan bersakala kecil seperti UMKM. Inila beberapa pemanfaatan fintech oleh UMKM.

1. Platform penyedia pinjaman

Saat ini anda tidak perlu mengantri di bank untuk memperoleh pinjaman. Fintech memberikan akses yang sangat mudah untuk para peminjam dari sektor UMKM. Salah satunya adalah melakukan pinjaman melalui online (pinjol). Dengan begitu, para pemilik UKM hanya perlu mencantumkan dokumen-dokumen yang diperlukan secara online.

Namun untuk masalah pinjaman ini, banyak terjadi berbagai kasus yang menjerat konsumen maupun platform fintech itu sendiri. Mulai dari suku bunga yang terlalu tinggi, pinjaman macet yang berujung penagihan intimidasi, dan beragam kasus lainnya. Untuk memanfaatkan fintech sebagai platform pinjaman, tentu harus hati-hati dan bijaksana.

Baca juga:  Kebab and Burger Business? Get to know some of the important things below

2. Kemudahan transaksi

Dengan online purchase, segala transaksi pembayaran akan dimudahkan. Bahkan semua pembayaran tersebut bisa dilakukan melalui handphone. UMKM bisa melakukan pembayaran dengan menggunakan aplikasi yang tepat dan smart phone. Bahkan fintech mampu menjalankan transaksi pembayaran massal seperti membayar gaji banyak karyawan.

Dengan fintech, pembayaran pun dilakukan dengan keamanan yang terjamin, dengan menggunakan peraturan yang sama dengan bank. Bahkan untuk transaksi skala terkecil seperti belanja di warung, anda bisa menggunakan salah satu aplikasi fintech.

3. Memudahkan dalam pengawasan

Seluruh proses pemantauan transaksi keuangan akan dilakukan secara online. Sehingga, dengan hitungan menit, UMKM dapat mengatur segala proses keuangannya secara transparan dan efektif tanpa harus menyita banyak waktu. Alikasi fintech ini memiliki fungsi hampir seperti halnya aplikasi keuangan yang di gunakan oleh bisnis UMKM.

4. Kemudahan pembayaran tagihan

Terkadang ada beberapa tagihan yang harus dilunasi oleh perusahaan seperti tagihan listrik, telepon, air, internet dan jasa lainnya. Dengan menggunakan aplikasi fintech, anda bisa melakukan pembayaran dengan tepat waktu. Anda bisa menggunakan fitur pembayaran otomatis untuk pembayaran yang sifatnya rutin bulanan.

Apa itu Fintech
Fintech berkembang secara global. Sumber Unsplash

Penutup

Perkembangan teknologi memang cukup meberikan dampak yang menggembirakan di masyarakat. Segala aktifitas akan terbantu dengan perkembangan tersebut. Namun penggunaan dari perkembangan tersebut tentulah harus bijaksana, agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Masalah yang membelit nasabah pinjol misalnya, sifat konsumerisme yang mendasari sebagian besar para nasabah mengambil pinjaman. Padahal hal tersebut bisa dihindari.  

Itulah sekelumit penjelasan mengenai apa itu fintech dan bagaimana penggunaannya untuk UMKM. Semoga artikel ini memberikan manfaat untuk semuanya. Pastikan anda berlangganan untuk mendapatkan pembaruan terbaru dari SEO Anak Sholeh yang merupakan perusahaan jasa pembuatan website profesional yang senantiasa berkembang membersamai UMKM Indonesia.

Tema WordPress Berita

Source Seo Anak Sholeh

Leave a Reply