by

PPKM Berakhir Hari Ini, Setop atau Lanjut? Ini Saran Pakar

Wpberita Wordpress Theme

Jakarta – Kasus Corona di Indonesia yang dilaporkan secara resmi menurun usai PPKM Level 4 kembali dilanjutkan, hingga berakhir hari ini, Senin (9/8/2021). Per Minggu (8/12/2021), kasus COVID-19 bertambah 26.415 dari total 166.764 spesimen yang diperiksa.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono menilai kebijakan PPKM berlevel terus dilanjutkan dengan memperhatikan indikator di masing-masing kabupaten/kota, hingga provinsi. Catatannya, tracing dan testing COVID-19 wajib dijalankan dengan serius.

“Jadi pada PPKM berlevel ini kemudian kan ada jalan keluar, dia ada Level 1, Level 2, Level 3, Level 4, pada Level 3 pun kegiatan ekonomi sudah berjalan, pada Level 2 apalagi, mungkin 75 persen bisa berjalan, kemudian level 1 banyak hal yang bisa berjalan, jadi menurut saya nggak perlu dibuat kebijakan baru,” jelas Miko saat dihubungi detikcom Senin (9/8/2021).

Baca juga :  Viral Nakes 'Dihajar' KIPI Vaksin Moderna, Lebih 'Nampol' dari Sinovac

“Meneruskan saja, kalau memang dia turun silahkan diturunkan, tetapi saya minta semua ada standar-nya, kalau tidak ada standar-nya semuanya ngaco.”

Pasalnya, kebijakan PPKM berlevel tidak akan berjalan efektif jika testing dan tracing tidak sesuai standar. Menurut Miko, tak sedikit yang kemudian ‘berlomba’ melaporkan sedikit kasus COVID-19 dengan mengurangi jumlah testing.

Standar tracing dan testing yang tidak dilakukan, membuat beberapa wilayah bisa menurunkan level PPKM dengan laporan kasus COVID-19 tidak sesuai situasi sebenarnya.

“Karena menurut saya contact tracingnya tidak standar tes yang dilakukan juga tidak standar, maka itu tidak biisa dibandingkan, harus distandarisasi, ya wajar lah itu makanya indonesia nggak mau kasusnya tambah banyak begitu,” bebernya.

Baca juga :  Cegah Kasus Batal Vaksin karena NIK Dipakai Orang, Ini Antisipasi Kemenkes

“Supaya kasusnya kelihatan sedikit, tesnya sedikit, itu lah politik yang kacau, kalau tidak standar berarti. Iya artinya tidak bisa dijadikan patokan, semua kabupaten berlomba-lomba melakukan tes sedikit-sedikitnya maka jumlah kasus itu akan turun semua, dan levelnya juga akan turun semua,” pungkasnya.

Badai tsunami COVID-19 di Jawa Bali: 180 juta kasus Corona

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu menyebut puncak kasus Corona sudah terlewati di 56 ribu kasus, prediksi 70 ribu kasus harian COVID-19 disebut tak terjadi.

Namun, Miko mengungkap perhitungan 50 persen dari populasi di Jawa sudah terinfeksi COVID-19, sekitar 180 juta orang.

“Tsunami COVID-19 itu terjadi kalau prevalensi orang yang terinfeksi COVID-19 adalah lebih dari 50 persen, jadi itulah angka yang terjadi 50 persen sampai melebihi 50 persen,” bebernya.

Baca juga :  Gairah Bercinta Perlahan Meredup? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

“50 persen dari penduduk di Jawa adalah dua pertiga penduduk Indonesia 270 juta, 2 per tiga-nya, sepertiganya adalah 70, 90, dua pertiganya 180 juta di Jawa, Bali,” kata Miko.

“Mengerikan nggak, 180 juta sudah terinfeksi COVID-19 itu baru Jawa Bali lho, belum di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Simak Video “Begini Cara Aman Menyusui Bayi dari Ibu yang Positif Covid-19
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)


Tema WordPress Berita

Source Link : bacaHealth.

PROMO Paket Desainweb Terbaik, Gratis Hosting Selama 5 Tahun

Comment

Leave a Reply

News Feed