by

Langkah Strategis Memasarkan Produk Makanan untuk UMKM

Wpberita Wordpress Theme

Produk makanan merupakan salah saatu produk komoditas bisnis yang perputarannya cepat. Artinya produk tersebut harus cepat laku sehingga Anda bisa melakukan produksi lagi. Begitu seterusnya. Bagaimana agar produk makanan tersebut cepat laku? Tentu Anda harus memiliki strategi atau cara memasarkan produk makanan yang benar.

Jika dihitung per item, mugkin margin keuntungan produk makanan terbilang kecil. Akan tetapi karena perputarannya cepat, dari margin keuntungan yang kecil tersebut akan terkumpul laba yang besar. Karena itu ketika terjun ke bisnis makanan, pastikan perputaran penjualan produk Anda cepat, agar segera tercipta keuntungan dan memiliki resiko kerugian yang kecil.

Bisnis Sederhana, Produk Sederhana Apakah Memasarkan Produk Makanan Harus Sederhana?

Cara Memasarkan Produk Makanan
Makanan ringan seperti cracker digemari kalangan muda. Sumber Unsplash @bohdans

Inilah yang menjadi kesalahan dari mindset para pebisnis makanan. Para pebisnis tersebut beranggapan bahwa produk yang mereka jual adalah makanan biasa, yang banyak dijumpai di tempat lain dan seolah tidak mau berkembang untuk mengangkat ‘derajat’ dari makanan yang mereka produksi.

Ada berbagai produk makanan, bahkan makanan tradisional yang dikemas dan dipasarkan dengan strategi yang jitu sehingga makanan tersebut laris di pasaran, bahkan sampai diekspor. Meskipun produk tersebut merupakan makanan sederhana yang mungkin bisa Anda dapatkan di toko, warung atau bahkan pasar tradisional namun dengan strategi yang jitu makanan tersebut bisa naik tahta.

Sebut saja gudeg kaleng dari Jogja yang tersebar di seantero Nusantara, keripik Singkong Bojonegoro yang dieksport ke luar negeri dan sebagainya. Makanan tersebut adalah makanan sederhana bukan? Namun dengan memberlakukan strategi tertentu makanan tersebut bisa terjual dengan nilai lebih tinggi.

Cara Memasarkan Produk Makanan

Bisnis makanan memang gampang-gampang susah. Karenanya dibutuhkan strategi yang jitu untuk memasarkannya agar Anda tidak menyisakan stok produksi Anda. Makanan merupakan jenis produk yang tidak bisa bertahan lama, karena itu tidak boleh di stok terlalu lama. Gunakan strategi ini untuk memasarkannya.

1. Urus Perizinan

Hal yang penting dalam memproduksi makanan untuk dijual adalah kelayakan makanan untuk di konsumsi. Ketika produk yang Anda jual memiliki ijin resmi dari Departemen Kesehatan atau Badan Pengawas Obat dan Makanan, maka pembeli makanan Anda tentu tidak akan merasa khawatir ketika mengkonsumsi makanan yang Anda produksi.

Baca juga :  Direct Marketing #2 : Kelebihan dan Kekurangan Direct Marketing

Anda bisa mengurus ijin produk atau mendaftarkan produk Anda melalui jasa kepengurusan perijinan, Anda urus sendiri atau melalui program kementrian yang terkait. Terkadang dari dinas terkait seperti Dinas Koperasi dan UKM terdapat program pendampingan UKM yang akan mengembangkan usahanya hingga memperoleh perijinan. Anda bisa mencari informasi disana.

2. Buat Kemasan Menarik

Kemasan adalah hal yang tidak terpisahkan dari industri makanan dan minuman. Kemasan harus di buat semenarik mungkin. Ada banyak penyedia jasa layanan desain kemasan yang bisa Anda gunakan jasanya untuk mendesain kemasan makanan produk Anda. Pastikan desain tersebut sesuai dengan jenis makanan yang Anda jual.

Selain itu, pilih kemasan dari bahan yang tepat, kuat, rapat dan tentu saja aman untuk makanan Anda. Jangan sampai citarasa makanan yang Anda kemas akan berubah karena penggunaan bahan kemasan yang salah atau tidak kuat.

Informasi yang lengkap mengenai makanan yang ada di dalam kemasan harus di tampilkan di kemasan produk Anda. Ada banyak konsumen makanan di luar sana yang senantiasa menyelidiki kandungan makanan melalui kemasannya sebelum mereka benar-benar membali makanan yang mereka pilih.

3. Bandrol Harga Yang Sesuai

Cara Memasarkan Produk Makanan
Keripik akan memiliki harga tinggi jika dikemas dengan apik. Sumber Unsplash.com @giorgiotrovato

Setiap produk yang beredar memiliki harga pasaran tersendiri dan memiliki faktor penentu harga pasar yang berbeda-beda. Termasuk harga makanan. Pastikan Anda membandrol harga makanan yang wajar. Anda harus memperhatikan harga pesaing, biaya yang Anda keluarkan ketika produksi dan mungkin fluktuasi harga bahan yang berubah-ubah.

Namun untuk produk makanan premium, Anda bisa membandrol harga makanan yang lebih tinggi daripada produk serupa namun produk biasa. Misal saja harga seporsi gudeg kaleng tentu akan lebih mahal daripada seporsi gudeg yang di beli untuk di makan di tempat atau membeli take away.

Baca juga :  Traffic Website : Bagaimana Website Anda Bisa Memiliki Traffic?

4. Fokus Pangsa Pasar

Tentu Anda sendiri yang mengetahui dengan detail mengenai produk yang Anda jual. Seperti apa konsumen Anda dan bagaimana dengan produk Anda?. Anda harus menyesuaikan dengan target market atau pangsa pasar Anda. Jika Anda memproduksi makanan untuk anak-anak, maka pastikan harga yang Anda bandrol terjangkau oleh uang saku Anak.

Ini berkaitan pula dengan kemasan, kandungan bahan yang digunakan dan juga bentuk promosi yang di lakukan. Buat kemasan yang unik dan lucu jika pangsa pasar yang Anda sasar adalah kalangan anak-anak. Untuk makanan bayi mungkin akan lebih detail lagi dalam pemberian informasi nila gizi dan ijin produknya.

5. Lakukan Riset Pasar

Bisnis yang baik adalah bisnis yang memiliki perencanaan dan strategi yang matang. Karena itulah ketika menjual makanan, gunakan cara memasarkan produk makanan yang dibangun dengan perencanaan yang matang. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah melakukan riset pasar.

Anda perlu melihat seberapa besar kompetitor Anda. Pastikan bisnis atau produk Adna memiliki sisi yang berbeda dari kompetitor Anda. Seberapa besar permintaan pasar akan produk yang Anda jual atau produk sejenisnya.

6. Always Ready!

Pastikan bisnis Anda mempunyai kemampuan produksi yang terukur. Biasanya untuk momen tertentu produk makanan akan mengalami lonjakan permintaan yang tinggi, seperti pada saat menjelang hari lebaran. Anda harus menghadapi situasi ini, karena itu pastikan Anda melakukan persiapan untuk momen seperti ini.

Namun adakalanya pasar berubah. Pada lebaran 2020, permintaaaan kue lebaran menurun drastis karena adanya wabah Covid-19. Banyak perusahaan produsen makanan yang kecolongan dengan fenomena ini. Alhasil, mereka melakukan pengosongan stok dengan cara menjual prodduknya dengan harga yang sangat rendah. Selalu amati keadaan pasar sebelum bertindak!

7. Marketing Handal

Anda bisa menggunakan data riset pasar, sampel produk, dan data lain mengenai poroduk Anda untuk di olah menjadi iklan. Melakukan pemasaran produk makanan tidak akan lepas dari aktifitas merilis iklan di media, terutama media online. Anda bisa memulainya di media sosial melalui iklan gratis atau berbayar lebih baik.

Baca juga :  Untung Tebal, Ini 27 Ide Bisnis Kekinian Modal 1 Jutaan

Kelebihan dengan menggunakan iklan berbayar seperti Facebook adalah, Anda bisa melakukan penyaringan, siapa saja audiens yang akan Anda sasar. Buatlah kampanye iklan yang efektif. Saat ini iklan dengan menggunakan metode give away menjadi salah satu trik untuk mendapatkan follower di dunia maya. Anda bisa mencoba trik tersebut.

Cara memasarkan produk makanan tingkat lanjut adalah dengan menggunakan media website. Anda bisa menggunakan website yang teroptimasi untuk menjaring konsumen yang mencari informasi di mesin telusur. Lakukan riset untuk mendapatkan kata kunci yang tepat.

8. Jalin Mitra Penjualan

Berpikirlah untuk membangun bisnis B2B. Anda bisa menghubungi toko-toko di daerah Anda, perkenalkan diri Anda dan mintalah pertemuan untuk mempresentasikan produk makanan Anda. Biasanya toko retail akan meminta spesifikasi produk yang ketat untuk menjamin kualitas. Pelajarilah hal ini.

Yang menjadi kendala ketika Anda masuk ke toko retail adalah, mereka tidak mau mengambil resiko dengan membeli produk Anda, sedangkan mereka juga belum mengetahui prospek produk Anda. Apakah nantinya akan laku di pasaran retail atau tidak. Karena itu sistem dalam menjual produk di toko retail adalah sisitem titip.

Cara Memasarkan Produk Makanan
Kerjasama dengan pebisnis lain diperlukan untuk membesarkan bisnis Anda.

Artinya, Anda akan mendapatkan uang hasil penjualan ketika produk Anda terjual. Jadi Anda tidak bisa menunggu modal Anda kembali untuk melakukan proses produksi selanjutnya. Karena itu, pastikan Anda memiliki cukup modal sebelum Anda benar-benar memasukkan produk Anda ke toko retail.

Penutup

Itulah beberapa cara memasarkan produk makanan yang bisa kami sampaikan. Dengan opemasaran yang konsisten dan produksi yang konsisten, maka lambat laun bisnis Anda akan semakin membesar. Ini memungkinkan Anda untuk melakukan diversifikasi produk. Semoga artikel ini memberikan pencerahan untuk Anda. Terima kasih.

Tema WordPress Berita

Source link

Comment

Leave a Reply

News Feed