by

Kisah Ahli Matematika Raih Medali Emas Cabor Balap Sepeda di Olimpiade Tokyo

Wpberita Wordpress Theme

Jakarta – Anna Kiesenhofer mencatatkan namanya sebagai peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga balap sepeda. Sebelumnya ia bahkan tidak dianggap sebagai pesaing yang akan menang. Pasalnya, ia sehari-hari bekerja sebagai ahli matematika teoritis.

Tanpa diduga, ia muncul sebagai kuda hitam yang melakukan solo selama 40 kilometer terakhir menuju garis finish mengalahkan berbagai bintang dunia yang diprediksi akan menang sebelumnya.

“Selalu ada harapan kecil ini, pemikiran kecil ini, ya, saya mungkin menang. Jika saya di garis start, itu berarti saya siap, saya ingin menang,” katanya dikutip dari CNN, Sabtu, (7/8/2021).

Saat melakukan solo di kilometer-kilometer akhir itu, Kiesenhofer mengatakan dia termotivasi oleh kenangan akan orang-orang yang dicintainya. ia memikirkan orang-orang yang menjalani setiap momen balapan bersamanya di Austria, di mana mereka menonton siaran langsung acara tersebut.

Baca juga :  Mengganas, Varian Delta Makin Banyak Serang Usia Muda yang Belum Divaksinasi

“Keluarga saya, saya tahu mereka sedang menonton, saya memvisualisasikannya,” katanya.

“Saya memikirkan mereka, beberapa pelatih masa lalu yang saya miliki, tentang teman-teman yang menjadi motivasi saya,” ujarnya.

Anna Kiesenhofer of Austria competes in the women's cycling road race at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Oyama, Japan. (Michael Steele/Pool Photo via AP)Anna Kiesenhofer of Austria competes in the women’s cycling road race at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Oyama, Japan. (Michael Steele/Pool Photo via AP) Foto: AP/Michael Steele

Meskipun keluarganya tidak terlalu suka bersepeda, Kiesenhofer mengatakan bahwa pada akhirnya, mereka hanya ingin dia bahagia.

Anna Kiesenhofer baru mulai bersepeda pada tahun 2014. Lalu, ia menjadi pemain profesional pada tahun 2017. Kendati demikian, ia melaju melalui jalur 147 kilometer dan membawa pulang medali emas Olimpiade bersepeda pertama di Austria sejak 1896.

Baca juga :  Pentingnya Sinergi Nutrisi dalam Jaga Imunitas Tubuh Pasca Vaksinasi

Kiesenhofer telah berhasil menyeimbangkan karir intelektual yang ketat dengan beban pelatihan bersepeda jalan profesional.

Kemampuan akademiknya hampir menyamai prestasi memenangkan medali emas Tokyo itu. Kiesenhofer memiliki gelar PhD di bidang matematika, setelah memulai perjalanan akademisnya di Technical University of Vienna. Ia juga melanjutkan studi pasca sarjana di Cambridge University.

Saat ini ia terdaftar sebagai peneliti di University of Lausanne, di Swiss. Posisi ini memiliki keuntungan menawarkan pengendaraan jalan raya yang sangat baik, untuk mengakomodasi kebutuhan pelatihannya.

Kemenangannya ini diraih berkat pikiran Kiesenhofer yang sangat gesit dan logis. Dia membuat semua perhitungan yang tepat selama balapan.

Simak Video “Ragam Masker Atlet Olimpiade Tokyo 2020 dari Berbagai Negara
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)

Baca juga :  Balada Pria Anti-Vaksin Meninggal Setelah Terinfeksi COVID-19


Tema WordPress Berita

Source Link : bacaHealth.

PROMO Paket Desainweb Terbaik, Gratis Hosting Selama 5 Tahun

Comment

Leave a Reply

News Feed