by

Kapan Vaksin Diperbarui untuk Lawan Varian Delta Cs? Ini Jawaban Peneliti

Wpberita Wordpress Theme

Jakarta – Di tengah ramainya kemunculan berbagai varian COVID-19, sebagian produsen vaksin sempat mempertimbangkan memperbarui vaksinnya agar bisa lebih efektif. Hal ini dikarenakan varian COVID-19, seperti Alpha (B117), Beta (B1351), Delta (B1617.2), dan Gamma (P1) diketahui bisa lebih ‘kuat’ menghadapi antibodi yang dihasilkan vaksin saat ini.

AstraZeneca sebagai contoh pada bulan Juni 2021 dilaporkan sudah mulai melakukan uji klinis fase II-III untuk vaksin COVID-19 khusus varian Beta. Uji klinis dilakukan pada 2.250 orang dewasa di Inggris, Afrika Selatan, Brasil, dan Polandia.

Kapan pastinya vaksin akan diperbarui?

Peneliti virus dari Northwestern University, Ramon Lorenzo Redondo, berkomentar kemungkinan sebagian besar vaksin COVID-19 tidak akan diperbarui dalam waktu dekat. Alasannya vaksin yang ada sekarang masih cukup bermanfaat dalam memberikan efek perlindungan, mencegah kasus parah dan yang terpenting kematian.

Baca juga :  Yuk Datang ke Vaksinasi Massal TRANS7, Sudah Layani Ibu Hamil Loh

“Menurut beberapa perusahaan, sudah ada vaksin-vaksin versi baru yang dalam tahap penelitian. Tapi kemungkin pembaruan ini masih belum terlalu dibutuhkan,” kata Ramon seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (23/8/2021).

“Kecuali ada bukti kuat efek perlindungan benar-benar gagal, memperbarui vaksin setiap ada varian baru yang mendominasi populasi kemungkinan bukan strategi terbaik,” lanjutnya.

Memperbarui vaksin yang sudah ada tetap akan memakan waktu, tenaga, dan sumber daya. Ramon mengatakan untuk saat ini hal yang lebih masuk akal dilakukan adalah memberikan dosis booster setelah delapan bulan bila memang dibutuhkan.

“Data menunjukkan, meski kasus karena varian Delta meningkat, vaksinasi lengkap tetap efektif mencegah kasus rawat dan kematian… Virusnya sudah sedikit berubah, tapi sejauh ini belum benar-benar bisa menghindari respons imun yang dipicu vaksin,” pungkas Ramon.

Baca juga :  Ngeri! Jamur Tumbuh di Kuping Pria Ini Karena Keseringan Pakai Cotton Buds

Simak Video “Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)


Tema WordPress Berita

Source Link : bacaHealth.

PROMO Paket Desainweb Terbaik, Gratis Hosting Selama 5 Tahun

Comment

Leave a Reply

News Feed