by

Israel Menghancurkan Gedung Sebagian Besar Pemimpin Senior Hamas di Gaza

Advertisements

BACA.NEWS – Pada Minggu pagi, pesawat tempur Israel menghantam beberapa bangunan dan jalan di pusat Kota Gaza. Serangan udara menghantam kawah yang memblokir salah satu jalan utama menuju rumah sakit al-Shifa, pusat medis terbesar di Strip.

Dilangsir dari situs ALJAZEERA.COM, Militer Israel mengatakan pihaknya menghancurkan rumah pemimpin tertinggi Hamas di Gaza di tengah pemboman yang sedang berlangsung di daerah kantong Palestina.

Militer mengatakan, serangan itu menghantam rumah Yehiyeh Sinwar, pemimpin Hamas paling senior di Gaza, dan saudaranya.

Serangan itu menargetkan rumah Yehiyeh Sinwar, pemimpin Hamas paling senior di Gaza, dan saudaranya Muhammad, anggota senior Hamas lainnya. Seorang saksi dari kantor berita AFP membenarkan bahwa rumah Sinwar telah diserang.

Pada hari Sabtu, Israel mengebom rumah Khalil al-Hayeh, seorang tokoh senior di cabang politik Hamas, Israel mengatakan bangunan itu berfungsi sebagai bagian dari “infrastruktur teroris” kelompok itu.

Sementara ini Tidak ada laporan jika salah satu target terbunuh. Anggota Hamas sebagian besar bersembunyi sejak eskalasi terbaru, yang dimulai pada hari Senin.

Berbicara kepada pengunjuk rasa pro-Palestina di Doha, Qatar pada Sabtu malam, pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan kelompok itu akan terus bertahan.

“Kami akan terus melakukan Perlawanan dan tidak akan pernah menyerah dan akan selalu berada di atas gunung, membawa pedang dan perisai untuk Yerusalem dan Al-Aqsa, Insya Allah,” ucapnya. 

“Ini adalah Gaza yang terkepung … 15 tahun dikepung dari segala arah, inilah Gaza hari ini.”

Petugas penyelamat mencari korban di tengah puing-puing di lokasi serangan udara Israel di Kota Gaza [File: Mohammed Salem / Reuters]
Tentara Israel mengatakan pihaknya juga akan melakukan serangan yang menargetkan sistem terowongan Hamas.

Kelompok bersenjata Hamas dan Jihad Islam mengakui 20 pejuang telah tewas sejak pertempuran itu meletus, sementara Israel mengatakan jumlahnya lebih tinggi.

Pengeboman lanjutan

Lebih dari 170 warga Palestina, termasuk setidaknya 47 anak-anak, telah tewas di Jalur Gaza dalam tujuh hari serangan Israel. Di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina.

Israel telah melaporkan 10 orang tewas, termasuk dua anak, dari ribuan rudal yang ditembakkan oleh Hamas, banyak di antaranya dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome Israel.

Ada juga kekerasan antar-komunal yang meluas di seluruh Israel di tengah eskalasi.

Pada Minggu pagi, pesawat tempur Israel menghantam beberapa bangunan dan jalan di pusat Kota Gaza. Serangan udara menghantam kawah yang memblokir salah satu jalan utama menuju rumah sakit al-Shifa, pusat medis terbesar di Strip.

kementerian kesehatan Gaza, Kepala Rumah Sakit juga tewas didalam ruangan itu saat serangan yang dilakukan oleh kelompok Israel.

Serangan itu menargetkan rumah Yehiyeh Sinwar, pemimpin Hamas paling senior di Gaza, dan saudaranya Muhammad, anggota senior Hamas lainnya.

Sejak konflik dimulai, Israel telah meratakan sejumlah gedung perkantoran dan pemukiman tertinggi di Kota Gaza, mereka menuduh bahwa kami telah menampung dan membantu infrastruktur militer Hamas.

Pada hari Sabtu, rudal Israel menghancurkan Gedung al-Jalaa berlantai 11, yang menjadi kantor Al Jazeera dan Associated Press.

Hamas mulai menembakkan roket ke Israel pada hari Senin setelah tindakan keras terhadap pengunjuk rasa yang menentang pengusiran keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur dan penggerebekan berikutnya di Masjid Al-Aqsa.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan pertemuan pada hari sabtu malam, untuk membahas wabah terjadinya kekerasan Israel terhadap warga sipil Palestine.

#Bacanews