Dampak Negatif Sosial Informatika yang Wajib di Ketahui

Perkembangan teknologi informasi serta komunikasi (informatika) sangat pesat, namun di balik semua itu kewajiban kita bersama untuk mengurangi dampak negatif dari teknologi terbaru.

Dampak Negatif Sosial Informatika yang Wajib di Ketahui
Dampak Negatif Sosial Informatika (ilustrasi)

BACA.NEWS, Dampak Negatif Sosial Informatika - Teknologi informasi telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang telah masuk ke wilayah privat.

Sementara itu, literasi yang rendah dalam bidang komunikasi di media sosial, di tambah munculnya perilaku trolling menyebabkan munculnya masalah baru dalam interaksi sosial masyarakat. 

Hingga saat ini, perkembangan teknologi informasi serta komunikasi (informatika) sangat pesat, bahkan ada banyak teknologi-teknologi canggih serta di manfaatkan oleh manusia dalam meringankan pekerjaannya.

Namun, dengan kemajuan dalam informatika ini bukan hanya berdampak positif bagi kehidupan manusia, tetapi juga memiliki dampak negatif yang perlu di cermati dengan seksama.

Dampak Negatif Sosial Informatika yang Wajib di Ketahui

Dampak Negatif Sosial Informatika

Dampak negatif informatika dalam kehidupan manusia ini juga akan menyerang kesehatan fisik atau rusaknya mental.

Hal ini dapat di lihat dari banyaknya kasus hukum yang di timbulkan individu, masyarakat juga negara akibat penyalahgunaan teknologi informasi yang tentunya sangat merugikan beberapa pihak.

Selain itu, ada banyak bermunculan konten negatif, seperti berita palsu, ujaran kebencian, berbagai ancaman serta penghinaan, pornografi, perjudian, kekerasan serta terorisme atau radikalisme yang sering menyebar melalui media sosial serta jaringan internet.

Setidaknya terdapat beberapa dampak negatif dari dampak sosial informatika lainnya, berikut beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Dis-Informasi

Dampak Negatif Sosial Informatika yang Wajib di Ketahui yang pertama ialah dis-informasi, hal ini sendiri diakibatkan adanya penyalahgunaan kecanggihan informatika.

Dis–informasi juga sering terjadi baru-baru ini di antaranya pada berita hoaks yang sangat merugikan masyarakat luas.

Berbagai berita hoaks ini juga di produksi serta di tempatkan pada halaman web tertentu yang kemudian di sebarkan melalui internet.

Modus lain yang sering terjadi diantaranya dengan cara memposting hoaks melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter ataupun juga disebarkan melalui aplikasi pengiriman pesan seperti pada WhatsApp, Messenger, Line, Telegram, dan sebagainya. Secara umum hoaks sendiri didefinisikan sebagai rencana untuk menipu orang lain dengan cara memberikan berita yang tidak benar.

Dampak negatif berita hoaks sangat berbahaya, karena akan merusak nama baik, hilangnya kepercayaan pada sebuah produk, bentrokan SARA di tengah masyarakat, melukai nyawa seseorang bahkan dengan mengancam keamanan sebuah negara.

2. “Penjajahan” Budaya

Memang bagus dalam mempelajari budaya asing. Namun, akibat yang di timbulkan adalah orang -orang akan lebih mencintai budaya asing ketimbang budayanya sendiri. Jika seperti ini, secara tidak langsung, maka budaya lokal akan terjajah oleh adanya budaya asing.

Akibatnya, nilai-nilai budaya yang telah turun temurun akan hilang serta identitas budaya negara setempat juga akan menghilang pelan dan pasti.

3. Terciptanya Anti Sosial

Kemajuan teknologi juga akan membuat seseorang lebih menikmati waktunya dengan komputer serta keberadaannya di rumah ketimbang bersosialisasi dengan orang lain.

Salah satu bahaya kecanduan internet diantaranya adalah dapat menciptakan anti sosial di dalam dirinya.

Padahal manusia adalah makhluk sosial yang artinya sangat membutuhkan manusia lain.

Jika sudah seperti itu, besar kemungkinan akan dijauhi oleh orang-orang di sekitar, seperti teman.

4. Ujaran Kebencian

Penyalahgunaan teknologi informasi juga mengakibatkan munculnya banyak ujaran kebencian yang sering dilakukan di media sosial.

Ujaran kebencian ini sendiri banyak di tujukan kepada individu tertentu, organisasi, lembaga, pejabat negara, maupun suku, agama, ras, serta antar golongan tertentu.

Namun, tindakan ini membuat ujaran kebencian yang dilakukan di dunia maya dapat dikenakan jerat hukum sesuai dengan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE pasal 28 (2) serta UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 45(1).

Dengan mengacu pada pasal-pasal tersebut, maka pelaku ujaran kebencian dapat di kenakan hukuman penjara maksimal enam tahun penjara ataupun denda maksimal 1 miliar rupiah.

5. Konten Negatif Lainnya

Dampak Negatif Sosial Informatika yang Wajib di Ketahui lainnya, dapat menyebabkan timbulnya banyak konten negatif berupa pornografi atau pornografi anak, perjudian, penghinaan atau fitnah atau pencemaran nama baik, pengancaman atau pemerasan, serta terorisme atau radikalisme.

Peraturan tentang konten negatif juga di atur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) nomor 11 tahun 2008 pasal 27 serta Undang-undang nomor 19 tahun 2016 mengenai perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 berisi Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 45.

Sementara itu, konten yang berhubungan dengan terorisme serta radikalisme di atur dalam Undang-undang nomor 5 tahun 2018 mengenai perubahan atas Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-undang.

6. Munculnya Kriminalitas atau Cyber Crime

Salah satu penyebab akibat meningkatnya kasus kriminalitas adalah banyaknya penyalahgunaan teknologi informasi. Beberapa kasus kriminalitas yang muncul di antaranya adalah penipuan dan carding, cyber-bullying, dan sabotase.

a. Penipuan dan carding

Dampak Negatif Sosial Informatika yang Wajib di Ketahui tentang Kasus penipuan yang menggunakan teknologi ini marak terjadi saat ini.

Hal ini sendiri di lakukan dengan memanfaatkan kebutaan korbannya pada bagaimana teknologi bekerja, ditambah lagi dengan kelemahan dari sifat dasar manusia yang sangat mudah emosi.

Salah satu penipuannya di antaranya adalah carding yaitu kejahatan dengan menggunakan teknologi komputer untuk kemudian melakukan transaksi dengan menggunakan kartu kredit orang lain sehingga kemudian merugikan baik secara material maupun nonmaterial.

b. Cyber-Bullying

Cyber-Bullying (perundungan di dunia maya) merupakan bentuk kekerasan yang kerap terjadi pada remaja.

Akibatnya, sangat luar biasa kepada korban yang masih di bawah umur serta remaja seperti diantaranya menderita kegugupan, malu, stress, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri.

c. Sabotase

Sabotase sebagai suatu kejahatan yang di lakukan dengan membuat gangguan, perusakan ataupun penghancuran terhadap suatu data, program komputer ataupun sistem jaringan komputer yang terhubung langsung dengan internet seperti Hacker Bjorka.

7. Budaya Tolong-Menolong Menjadi Hilang

Pernahkah kamu melihat saat kecelakaan apa yang akan di lakukan oleh orang sekitar?

Sebagian ada yang menolong, tetapi tidak sedikit pula yang melakukan foto-foto, merekam atau sekadar menonton saja.

Hal ini tentu saja mulai mengikis salah satu budaya leluhur Indonesia yaitu gotong royong.

Foto-foto yang mereka lakukan di tujukan untuk bisa viral dunia maya.

Mereka lebih mementingkan viral di dunia maya ketimbang untuk menolong orang yang tengah kesusahan.

Bukan tak mungkin juga budaya gotong royong benar-benar lenyap tergerus teknologi.

8. Kesenian Tradisional Mulai Di tinggalkan

Hampir sama dengan poin sebelumnya mengenai kesenian tradisional yang terancam punah karena teknologi.

Hal ini sendiri di sebabkan oleh generasi penerus yang beranggapan bahwa budaya tradisional menjadi budaya yang kuno, tua, serta tidak menarik sama sekali.

Hal ini juga tidak terlepas dari pengaruh internet yang dapat mudah mengetahui kesenian–kesenian di berbagai mancanegara.

Sudah seharusnya kita di tumbuhkan rasa kebanggaan serta kelestarian seni tradisional tersebut kepada generasi ke generasi.

Sebab, seni tradisional termasuk juga salah satu identitas negara.

9. Individualis

Dengan di mudahkannya teknologi informasi, seseorang juga akan merasa “bahagia” hanya dengan berbekal smartphone ataupun komputer.

Padahal manusia sebagai makhluk sosial. Artinya, manusia itu juga membutuhkan manusia yang lain.

Jika hal seperti ini terjadi secara terus-menerus, maka dapat mengancam kejiwaannya dan juga jiwa sosialnya.

Penutup

Mari kita jaga diri kita juga anak-anak kita dari Dampak Negatif Sosial Informatika yang selama ini sudah tumbuh besar di negara indonesia.

Jangan biarkan mereka asik dengan permainannya sendiri, sedangkan orang tua sibuk juga dengan kehidupannya sendiri.